Hemat Ratusan Juta, Rakor Pemda Tanah Datar Digelar di Alam Terbuka: Anggaran Dialihkan untuk Kepentingan Masyarakat
Tabek Patah, 17 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di alam terbuka untuk kedua kalinya. Jika tahun lalu digelar di Bukit Mantobak, kali ini kegiatan berlangsung di kawasan wisata Panorama Batudindiang, Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, selama dua hari hingga 18 April 2026.
Yang menarik bagi masyarakat, pemilihan lokasi terbuka ini bukan sekadar gaya baru, tetapi membawa dampak langsung pada efisiensi keuangan daerah. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan bahwa konsep ini mampu menghemat anggaran hingga ratusan juta rupiah dibandingkan sebelumnya yang digelar di hotel.
"Dulu biaya bisa mencapai ratusan juta. Sekarang jauh lebih hemat. Artinya, uang yang terselamatkan bisa dialihkan untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga," ujar Bupati di hadapan 181 pejabat eselon II dan III yang hadir.
Lebih dari sekadar rapat, kegiatan yang mengusung tema Sinar Cinta (Kerja Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas) ini juga dirancang untuk mempercepat pelayanan publik. Dengan menghilangkan sekat birokrasi dan ego sektoral, diharapkan berbagai urusan administrasi warga mulai dari perizinan hingga bantuan sosial bisa diproses lebih cepat dan terintegrasi.
Promosi Wisata jadi Tugas Bersama, Buka Peluang Ekonomi Warga
Salah satu poin yang paling membedakan dan menguntungkan masyarakat adalah ajakan Bupati kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk aktif mempromosikan potensi daerah lewat media sosial masing-masing.
"Dari lokasi ini kita bisa melihat tiga Luhak: Agam, Lima Puluh Kota, dan Tanah Datar. Jangan hanya mengandalkan Dinas Pariwisata. Setiap ASN adalah duta promosi," tegasnya.
Langkah ini secara tidak langsung membuka peluang lebih besar bagi wisatawan yang akan berkunjung, yang pada gilirannya berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, pendapatan BUMNag, hingga pedagang lokal di sekitar Panorama Batudindiang.
DPRD: Tak Ada Lagi Ruang Saling Menyalahkan, Semua untuk Rakyat
Pimpinan DPRD Tanah Datar, Nurhamdi Zahari, turut mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, sinergi lintas sektor yang dibangun di alam terbuka menjadi bukti nyata bahwa persoalan daerah seperti kemiskinan, infrastruktur, atau pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama.
"Ke depan, tidak ada lagi ruang untuk saling menyalahkan. Semua persoalan kita selesaikan bersama. Ini yang rakyat tunggu: kerja nyata, bukan sekadar rapat di ruangan ber-AC," ujarnya.
Kegiatan Tetap Produktif, Biaya Minim
Selama dua hari, selain pemaparan materi dan pemecahan masalah antar dinas, peserta juga mengikuti outbound dan malam keakraban. Namun, berbeda dengan acara serupa di hotel mewah, kegiatan kali ini mengusung semangat gotong royong dengan biaya minimalis tetapi tetap fungsional.
"Kami buktikan bahwa kerja pemerintahan yang efektif tidak harus mahal. Yang penting adalah hasilnya dirasakan masyarakat," pungkas Ketua Pelaksana sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra, Elizar.
Dengan langkah ini, masyarakat Tanah Datar kini bisa berharap: anggaran yang lebih efisien, birokrasi yang lebih cair, dan promosi wisata yang lebih masif semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu kesejahteraan rakyat. (KT)